
Rancakalong, Sumedang — Potensi ekonomi Desa Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, tidak hanya terletak pada hamparan sawah dan alam perbukitannya. Di balik keseharian masyarakat desa, tumbuh berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengolah berbagai potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Berdasarkan Profil Desa Rancakalong tahun 2023, sebanyak 858 penduduk tercatat sebagai pengusaha kecil dan menengah. Selain itu, terdapat sekitar 20 pelaku UMKM aktif yang bergerak di sektor pangan. Produk yang dihasilkan antara lain opak ketan, rengginang, gula aren, olahan singkong, dan kopi.
Potensi tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan ekonomi desa. Namun, kemampuan menghasilkan produk belum sepenuhnya diikuti dengan sistem produksi yang terstandar. Hasil observasi awal menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari variasi kualitas produk antarproduksi, belum terdokumentasinya Standard Operating Procedure (SOP), pengendalian mutu yang belum sistematis, hingga praktik higienitas dan sanitasi pangan yang perlu diperkuat. Di sisi lain, sebagian proses produksi masih dilakukan secara manual sehingga kapasitas produksi belum optimal. Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM menghadapi kesulitan ketika harus memenuhi permintaan dalam jumlah lebih besar. Konsistensi kualitas juga menjadi tantangan ketika produk hendak diperluas ke pasar yang membutuhkan standar mutu yang lebih terjaga, termasuk dalam proses pemenuhan persyaratan sertifikasi seperti PIRT dan halal.

Berangkat dari kondisi tersebut, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Telkom memberikan pendanaan untuk program pengabdian kepada masyarakat hadir untuk mendorong Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM Desa melalui Standardisasi Proses. Program ini diusung oleh Dr. Agustina Fitrianingrum dan Ir. Dodie Tricahyono, M.M., Ph.D. Program yang dirancang selama kurang lebih enam bulan ini diarahkan untuk membantu pelaku UMKM dan pengrajin membangun sistem produksi yang lebih tertata, efisien, dan konsisten. Mahasiswa dari Program Studi S1 Administrasi Bisnis yang membantu melaksanakan program Mikail Dafin Gunawan, Raudullah Ridwan Alnafisi dan M Daffa Ayysasy Nugraha.
Langkah awal program dilakukan melalui survei dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Rancakalong serta kelompok pelaku UMKM dan pengrajin. Pada Kamis, 23 Juli 2026, tim pengabdian Universitas Telkom melakukan kunjungan ke Kantor Desa Rancakalong untuk memetakan kondisi awal dan kebutuhan mitra. Hasil wawancara dengan perangkat desa dan pelaku usaha semakin memperkuat temuan bahwa proses produksi berbagai produk lokal belum memiliki standar yang seragam. Dari sinilah kemudian disusun materi pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku usaha. Pemerintah desa memberikan dukungan terhadap program tersebut, sementara para pelaku UMKM menyatakan kesediaannya untuk mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan.
Program tidak berhenti pada pelatihan. Para pelaku UMKM akan didampingi dalam menyusun SOP produksi, menerapkan sistem Quality Control (QC) sederhana, serta menetapkan indikator untuk memantau kapasitas produksi, produk rusak atau cacat, waktu produksi, dan omzet bulanan. Standardisasi diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengurangi kesalahan produksi, meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, menjaga konsistensi mutu, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah participatory action approach, sehingga pelaku UMKM tidak hanya menjadi penerima program, tetapi terlibat aktif dalam setiap tahapan. Mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan sistem standardisasi, implementasi dan pelatihan, monitoring dan evaluasi, hingga penguatan keberlanjutan dilakukan secara bersama-sama.
Bagi Desa Rancakalong, standardisasi produksi bukan sekadar persoalan teknis. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Dengan produk yang lebih konsisten, proses produksi yang terdokumentasi, serta kemampuan memenuhi permintaan secara lebih terukur, UMKM desa diharapkan semakin siap berkembang dari skala usaha rumah tangga menuju usaha yang lebih kompetitif. Program ini sekaligus sejalan dengan visi Pemerintah Desa Rancakalong untuk mewujudkan desa yang aman, sehat, cerdas, berdaya saing, berbudaya, dan berakhlak mulia. Salah satu misi desa juga secara khusus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi rumah tangga serta pembinaan bagi petani, pengusaha, dan pengrajin.
Dengan demikian, langkah UMKM Rancakalong untuk naik kelas dimulai dari sesuatu yang sederhana, tetapi fundamental: membenahi proses produksi. Ketika kualitas dapat dijaga, kapasitas dapat diukur, dan proses dapat distandarkan, produk lokal Rancakalong memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas dan kekuatan bahan baku lokalnya.