
PEKALONGAN – Universitas Pekalongan terus mendorong penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Storytelling for Sustainability: Penguatan Green Branding UMKM Batik dalam Membangun Citra Produk Ramah Lingkungan.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 Oktober 2026 bertempat di Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan dengan melibatkan peserta yang merupakan anggota Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman, Kota Pekalongan.
Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini merupakan hibah dari LPPM Universitas Pekalongan yang dilaksanakan oleh tim Universitas Pekalongan lintas program studi yaitu Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Wenti Ayu Sunarjo, S.Kom., M.M., bersama anggota Amalia Ilmiani, S.E., M.Si. dan Titi Rahayu Prasetiani, S.E., M.M., serta didukung oleh lima orang mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendampingi pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar dan meningkatkan nilai tambah produk melalui strategi pemasaran yang berorientasi pada keberlanjutan.
Di sisi lain, sebagian pelaku UMKM batik telah menerapkan praktik produksi yang lebih ramah lingkungan. Namun, praktik positif tersebut belum selalu disampaikan secara optimal kepada konsumen. Akibatnya, upaya menjaga lingkungan yang dilakukan pelaku usaha belum sepenuhnya menjadi nilai tambah yang memperkuat citra produk di mata pasar.
Menjawab tantangan tersebut, kegiatan PkM Universitas Pekalongan berfokus pada penguatan kapasitas pelaku UMKM dalam membangun green branding melalui pendekatan storytelling. Pendekatan ini mengajak pelaku usaha untuk tidak sekadar mempromosikan produk, tetapi juga menyampaikan cerita, nilai, dan komitmen keberlanjutan yang melatarbelakangi produk batik yang mereka hasilkan.

Materi kegiatan mencakup tiga pokok utama, yaitu penguatan literasi green branding bagi UMKM, pelatihan green accounting, serta promosi green branding melalui storytelling. Melalui materi tersebut, peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai pentingnya identitas merek yang ramah lingkungan, pengenalan pencatatan aspek keuangan yang berkaitan dengan kegiatan usaha, serta cara mengemas pesan promosi agar lebih menarik, autentik, dan mudah dipahami konsumen.
Dalam praktik pemasaran, storytelling dapat digunakan untuk mengangkat cerita di balik produk batik, mulai dari nilai budaya dan kearifan lokal, proses kreatif perajin, hingga praktik produksi yang mendukung keberlanjutan apabila memang diterapkan oleh masing-masing usaha. Cerita yang disampaikan secara jujur dan didukung bukti yang relevan dapat membantu konsumen memahami nilai produk sekaligus membangun kepercayaan terhadap merek.


Ketua tim PkM, Dr. Wenti Ayu Sunarjo, S.Kom., M.M., menekankan pentingnya kemampuan pelaku UMKM dalam mengomunikasikan nilai keberlanjutan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Green branding tidak cukup berhenti pada penggunaan istilah atau simbol yang terkesan ramah lingkungan, tetapi perlu tercermin dalam praktik usaha dan dikomunikasikan melalui pesan yang jelas, konsisten, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Keberhasilan komunikasi tersebut diharapkan dapat membantu UMKM batik membangun citra produk yang lebih kuat, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperluas peluang pasar. Dengan demikian, nilai budaya batik Pekalongan dapat berjalan beriringan dengan inovasi pemasaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 31,11% terkait cara mengemas promosi produk melalui green branding. Hasil ini menjadi indikasi positif bahwa kegiatan edukasi dan pendampingan dapat memperkuat pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya komunikasi pemasaran yang mengangkat nilai keberlanjutan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pekalongan berharap pelaku UMKM batik, khususnya anggota Perkumpulan Kampoeng Batik Kauman, semakin mampu mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam strategi promosi dan pengembangan merek. Penguatan green branding berbasis storytelling diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik produk, tetapi juga mendorong tumbuhnya praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Dengan memadukan pengetahuan, pendampingan, dan keterlibatan mahasiswa, Universitas Pekalongan berupaya berkontribusi pada penguatan ekosistem usaha batik yang inovatif, berdaya saing, serta semakin peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.