

Oleh Eman Sulaiman dan team Telkom University
Sumedang, 19 Mei 2026 — Tim pengabdian kepada masyarakat Telkom University melaksanakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Keterampilan Digital dalam Mendukung Aktivitas Pemasaran” bersama BUMDes Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen Telkom University, mahasiswa tingkat akhir, dan Tenaga Penunjang Akademik (TPA). Kolaborasi ini dilakukan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengelola BUMDes, kelompok wanita tani, pelaku UMKM, serta masyarakat yang mengembangkan produk dan potensi wisata Desa Rancakalong.
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Penguasaan keterampilan digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha desa memperkenalkan produknya secara lebih luas, membangun identitas produk, dan meningkatkan daya saing usaha lokal.
Desa Rancakalong memiliki beragam produk unggulan yang berpotensi dikembangkan. Produk tersebut antara lain olahan rempah dan jamu, wedang, peyek bayam, rengginang, kremes berbahan sisa ubi, tape ketan, kopi lokal, olahan ikan, serta berbagai produk pangan yang dihasilkan oleh kelompok wanita tani di setiap dusun.
Selain produk olahan, Desa Rancakalong juga memiliki potensi wisata berbasis budaya dan alam. Potensi tersebut mencakup kesenian tradisional Tarawangsa, Situ Lembang, Kampung Nila, sentra kopi, serta kegiatan edukatif berupa penanaman kopi yang dipadukan dengan upaya menjaga kelestarian hutan.
Meskipun mempunyai potensi ekonomi yang besar, pelaku usaha desa masih menghadapi sejumlah kendala. Pemasaran produk masih banyak mengandalkan WhatsApp dan jaringan konsumen lokal. Pembaruan desain kemasan dan label produk juga masih terbatas, sedangkan kepemilikan legalitas usaha dan sertifikasi halal belum merata.
Pemanfaatan marketplace dan media sosial sebagai saluran pemasaran juga belum dilakukan secara optimal. Pada sektor pariwisata, masyarakat masih membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan atraksi wisata, penerimaan pengunjung, kemampuan berbicara di depan publik, promosi kegiatan, dan pengelolaan desa wisata.
Materi pelatihan disampaikan secara kolaboratif oleh dosen Telkom University bersama mahasiswa tingkat akhir dan TPA. Materi yang diberikan meliputi pengenalan pemasaran digital, penggunaan media sosial, optimalisasi WhatsApp Business, pemanfaatan marketplace, desain label dan kemasan, teknik pengambilan foto produk sederhana, pembuatan caption promosi, serta penyusunan komunikasi pemasaran digital.
Mahasiswa tingkat akhir turut mendampingi peserta dalam mempraktikkan penggunaan perangkat dan aplikasi digital. Keterlibatan mahasiswa memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pendampingan secara langsung, terutama ketika membuat konten promosi, memperbaiki tampilan produk, dan menggunakan media sosial untuk kegiatan pemasaran.
Sementara itu, TPA mendukung pelaksanaan kegiatan, koordinasi dengan mitra, dokumentasi, dan kelancaran proses pendampingan. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan TPA menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa materi tidak hanya disampaikan secara konseptual, tetapi juga dapat dipraktikkan oleh peserta.
Ketua pelaksana menjelaskan bahwa digitalisasi pemasaran menjadi kebutuhan penting bagi BUMDes dan pelaku UMKM agar produk lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjangkau konsumen di wilayah yang lebih luas.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi Desa Rancakalong bukan terletak pada keterbatasan produk. Desa tersebut telah memiliki beragam produk pangan, olahan rempah, kopi, olahan ikan, serta potensi wisata budaya. Tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana produk dan potensi tersebut dikemas, dipromosikan, dan dipasarkan secara lebih profesional melalui media digital.
Pihak BUMDes Desa Rancakalong menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena materi yang diberikan dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan dan pendampingan digital marketing diharapkan dapat membantu BUMDes, kelompok wanita tani, pelaku UMKM, dan pengelola wisata desa beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada informasi digital.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan keterampilan digital diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal, membuka peluang pasar baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi desa.
Setelah pelatihan, pendampingan diharapkan dapat dilanjutkan melalui penguatan identitas merek, pembaruan kemasan, pembuatan konten promosi, optimalisasi akun media sosial, serta pengembangan marketplace produk desa. BUMDes diharapkan dapat menjadi penggerak utama yang mengintegrasikan pemasaran berbagai produk unggulan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara Telkom University dan masyarakat Desa Rancakalong, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung pengembangan pusat oleh-oleh khas Rancakalong, marketplace produk pangan lokal, dan promosi wisata desa yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan.