Melalui Workshop Penyusunan SOP Sederhana untuk Usaha Mikro


JATIMULYA, SUMEDANG — Universitas Telkom terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan. Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui pendampingan masyarakat Desa Jatimulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, yang dilaksanakan pada 16 Juli 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat Desa Jatimulya, khususnya pelaku usaha mikro, dengan fokus membantu meningkatkan produktivitas usaha sekaligus mempertahankan konsistensi kualitas produk agar usaha masyarakat dapat berkembang dan bertahan secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut diwujudkan melalui workshop “Cara Membuat SOP Sederhana untuk Usaha Mikro”. Workshop dirancang secara partisipatif dengan pendekatan learning by doing, sehingga peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi langsung mengenali proses usaha mereka, memetakan alur kerja, menyusun SOP, serta mencoba dan memperbaiki SOP yang telah dibuat.
Menata Usaha yang Sudah Berjalan agar Lebih Konsisten
Desa Jatimulya memiliki potensi ekonomi lokal yang berkembang, antara lain melalui aktivitas usaha rumah tangga, makanan ringan, kerajinan, serta produk lokal yang berpeluang memperoleh pasar dari aktivitas wisata desa. Proposal kegiatan mencatat bahwa masyarakat sebenarnya telah memiliki keterampilan dan pengalaman produksi yang cukup baik. Tantangannya bukan pada bagaimana memproduksi dari awal, melainkan bagaimana menata cara kerja yang selama ini banyak dilakukan berdasarkan pengalaman dan kebiasaan agar lebih sistematis.
Ketika proses kerja belum terdokumentasi, beberapa persoalan dapat muncul, seperti variasi kualitas produk, inefisiensi proses, kesalahan kerja yang berulang, ketergantungan pada orang tertentu, dan kesulitan meningkatkan kapasitas produksi ketika permintaan meningkat. Karena itu, SOP sederhana dipandang sebagai salah satu instrumen praktis untuk membantu pelaku usaha membangun standar kerja yang mudah dipahami dan diterapkan.
Dibuka oleh Guru Besar Universitas Telkom dan Kepala Desa Jatimulya
Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc., IPU, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom, bersama Entis Sutisna, S.Sos., Kepala Desa Jatimulya. Pembukaan ini menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat.
Materi Dibawakan oleh Dua Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom
Materi pendampingan disampaikan oleh Prof. Anton M. Azis, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom, serta Galuh Sudarawerti, S.E., M.B.A., dosen dan pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom. Keduanya mengarahkan peserta untuk melihat proses kerja sehari-hari sebagai sesuatu yang dapat didokumentasikan, distandarkan, diuji, dan diperbaiki.
Lima Tahap Praktis Menyusun SOP
Workshop disusun dalam lima tahapan utama. Pertama, peserta diperkenalkan pada konsep SOP sebagai panduan tertulis yang menjelaskan langkah kerja secara benar, konsisten, dan aman. Kedua, peserta diajak mengenali proses usahanya sendiri dengan mengidentifikasi apa yang diproduksi, bagaimana proses pembuatannya, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan pada setiap langkah.
Ketiga, peserta menyusun flow process atau alur kerja dengan menggambarkan urutan aktivitas, termasuk titik pengecekan kualitas. Keempat, alur tersebut dituangkan ke dalam template SOP sederhana yang memuat nama proses, alat dan bahan, langkah kerja, serta waktu yang diperlukan bila relevan. Kelima, SOP diuji melalui simulasi dan pertukaran SOP antarpeserta untuk melihat apakah instruksinya sudah cukup jelas dan apakah masih ada langkah yang perlu diperbaiki.
SOP Tidak Harus Rumit
Salah satu pesan utama workshop adalah bahwa SOP untuk usaha mikro tidak perlu dibuat rumit. SOP dapat menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti, satu kalimat untuk satu tindakan, ukuran atau takaran yang spesifik, serta penjelasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan. Dokumen juga disarankan tetap sederhana dan ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat dan digunakan.
Peserta juga diberikan contoh proses produksi kerupuk singkong untuk memperlihatkan bagaimana pengetahuan yang sebelumnya tersimpan dalam kebiasaan kerja dapat diterjemahkan menjadi instruksi yang lebih jelas. Langkah-langkah seperti menyiapkan bahan, memarut, memeras, mencampur bumbu, membentuk dan mengiris, menjemur, menggoreng, hingga mendinginkan dan mengemas dapat dituliskan secara runtut sehingga lebih mudah diikuti oleh anggota keluarga maupun pekerja lainnya.
Diharapkan Memperkuat Produktivitas dan Keberlanjutan Usaha
Melalui penerapan SOP, pelaku usaha diharapkan memiliki panduan kerja yang lebih seragam, sehingga proses produksi dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan konsisten. SOP juga dapat membantu memperjelas pembagian pekerjaan, mengurangi kesalahan yang berulang, mempercepat proses produksi, dan memudahkan transfer pengetahuan ketika anggota keluarga atau tenaga kerja lain terlibat dalam usaha.
Dalam konteks Desa Jatimulya, kesiapan proses produksi menjadi semakin penting seiring dengan peluang pasar yang muncul dari aktivitas wisata desa. Ketika permintaan produk lokal meningkat, usaha masyarakat perlu memiliki cara kerja yang mampu menjaga kualitas sekaligus mendukung peningkatan kapasitas produksi. Dengan demikian, standardisasi kerja melalui SOP sederhana diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Membangun Budaya Perbaikan Berkelanjutan
Pendampingan tidak berhenti pada penyusunan dokumen SOP. Peserta diarahkan untuk menerapkan SOP di tempat produksi, melakukan pengecekan secara berkala, mencatat masalah yang muncul, dan memperbaiki SOP berdasarkan pengalaman penggunaan. Pendekatan ini menjadikan SOP sebagai dokumen yang hidup dan dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhan usaha.
Program pendampingan juga dirancang sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat secara bertahap. SOP yang telah disusun dapat menjadi dasar untuk pengembangan kemampuan manajerial berikutnya, seperti pencatatan produksi, pengelolaan kualitas produk, pembagian kerja berbasis standar, hingga pemanfaatan teknologi sederhana dalam pengelolaan usaha.
Universitas Telkom dan Masyarakat Bersama Mendorong UMKM yang Lebih Sustain
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Universitas Telkom berupaya menghadirkan pendampingan yang praktis dan sesuai dengan kondisi usaha masyarakat. Bagi pelaku UMKM Desa Jatimulya, penyusunan SOP sederhana bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan langkah untuk mengubah pengalaman dan kebiasaan kerja menjadi sistem yang dapat dipahami bersama, diterapkan secara konsisten, dan diperbaiki dari waktu ke waktu.
Kolaborasi antara Universitas Telkom, Pemerintah Desa Jatimulya, dan masyarakat diharapkan dapat terus berkembang sehingga potensi ekonomi lokal tidak hanya menghasilkan produk yang bernilai, tetapi juga didukung oleh proses usaha yang semakin tertata. Dengan produktivitas yang lebih baik dan kualitas yang lebih terjaga, usaha masyarakat diharapkan mampu tumbuh, menghadapi perubahan kebutuhan pasar, dan mempertahankan keberlangsungannya dalam jangka panjang.