Melek Keuangan di Desa: Dosen Akuntansi Telkom University Dampingi Pelaku Usaha Makanan Cikole Kelola Uang Lebih Cerdas

Oleh: Tim dosen Program Studi Akuntansi FEB Telkom University hadir langsung ke Desa Cikole untuk mendampingi pelaku usaha mikro makanan agar mampu mengelola keuangan secara mandiri, tertib, dan berkelanjutan.

SUMEDANG. Pada hari Jumat, 29 Mei 2026, tim dosen Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan ini mengangkat tema penerapan pengelolaan keuangan sederhana sebagai upaya nyata mendorong kemandirian ekonomi kelompok usaha mikro yang bergerak di sektor makanan.

Kegiatan PkM ini diinisiasi sebagai respons atas kondisi riil yang ditemukan di lapangan: masih banyak pelaku usaha mikro di pedesaan yang menjalankan usahanya tanpa pencatatan keuangan yang memadai. Akibatnya, mereka kesulitan memantau perkembangan usaha, menentukan harga jual yang tepat, hingga mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal. Permasalahan ini menjadi titik tolak Tim Prodi Akuntansi FEB Telkom University untuk hadir dan memberikan solusi konkret.

Kegiatan diikuti oleh anggota kelompok usaha makanan yang tersebar di Desa Cikole. Para peserta diberikan pelatihan dan pendampingan langsung mengenai cara membuat pembukuan sederhana, memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha, menghitung harga pokok produksi, serta menyusun laporan keuangan dasar yang mudah dipahami oleh pelaku usaha dengan latar belakang pendidikan beragam. Materi disampaikan secara partisipatif dengan menggunakan contoh kasus yang dekat dengan keseharian peserta, sehingga penyerapan ilmu berlangsung lebih efektif dan mengena.

Novy Fajriati, S.Ak., M.Ak., dosen Program Studi Akuntansi FEB Telkom University yang bertindak sebagai narasumber utama kegiatan ini, menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan adalah fondasi utama keberlanjutan usaha mikro. Menurutnya, tanpa pencatatan yang baik, pelaku usaha akan sulit membedakan mana uang usaha dan mana uang konsumsi rumah tangga, yang pada akhirnya menyebabkan usaha stagnan atau bahkan merugi tanpa disadari.

“Kami percaya bahwa pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya urusan perusahaan besar. Pelaku usaha kecil di desa pun berhak dan mampu memiliki sistem keuangan yang rapi. Dengan pencatatan sederhana — misalnya buku kas harian dan pemisahan rekening usaha — mereka sudah bisa mengambil keputusan bisnis yang jauh lebih cerdas dan terencana. Itu yang ingin kami tanamkan hari ini.”

Novy Fajriati, S.E., M.Ak. : Dosen Prodi Akuntansi FEB Telkom University, Narasumber PkM

Lebih jauh, Novy menekankan bahwa kegiatan PkM ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan wujud tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nyata masyarakat. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi langsung dipraktikkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari, sehingga dalam jangka panjang kelompok usaha makanan di Desa Cikole dapat tumbuh mandiri, bankable, dan berdaya saing.

Fanji Farman, S.E., M.Ak., selaku Ketua Pelaksana kegiatan PkM ini, mengungkapkan bahwa program ini merupakan hasil riset awal Tim Prodi Akuntansi FEB Telkom University terhadap kebutuhan masyarakat Desa Cikole. Sebelum kegiatan berlangsung, tim telah melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan sejumlah pelaku usaha makanan setempat guna memastikan materi yang disampaikan benar-benar relevan dan aplikatif.

“Kami tidak datang dengan asumsi. Kami turun langsung, melihat kondisi riil, dan merancang materi pelatihan berdasarkan masalah yang betul-betul dihadapi warga Desa Cikole. Hasilnya, kami menemukan bahwa mayoritas pelaku usaha makanan di sini memiliki semangat dan potensi yang luar biasa, mereka hanya membutuhkan alat dan pengetahuan yang tepat untuk membawa usaha mereka ke level berikutnya. Inilah momen yang kami tunggu: mendampingi mereka secara langsung.”

Fanji Farman, S.E., M.Ak.: Dosen Prodi Akuntansi FEB Telkom University, Ketua Pelaksana PkM

Fanji juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program PkM berkelanjutan yang direncanakan oleh Prodi Akuntansi FEB Telkom University. Ke depannya, tim berencana untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan penerapan pencatatan keuangan oleh peserta, serta membuka kanal konsultasi yang dapat diakses secara daring maupun luring oleh pelaku usaha di Desa Cikole.

Anggota tim pelaksana, Ina Nusuki., S.E., Ak., M.Ak., CA., turut berperan aktif dalam pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung. Ia membantu peserta secara langsung dalam mengisi template pembukuan sederhana yang telah dirancang khusus oleh tim, serta menjawab berbagai pertanyaan praktis terkait pengelolaan arus kas harian. Kehadiran Ina memberikan nuansa yang lebih personal dan interaktif dalam sesi pendampingan, sehingga peserta merasa lebih nyaman untuk bertanya dan berdiskusi.

Antusias peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Banyak dari mereka yang baru pertama kali mendapatkan pelatihan keuangan secara formal, namun dengan metode penyampaian yang sederhana, aplikatif, dan disesuaikan dengan konteks usaha kuliner lokal, mereka mampu menyerap materi dengan baik. Beberapa peserta bahkan langsung mencoba mempraktikkan pencatatan keuangan pada usaha makanan mereka di akhir sesi, dipandu langsung oleh tim dosen.

Kegiatan PkM ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pilar ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat. Bagi Prodi Akuntansi FEB Telkom University, kehadiran langsung di tengah masyarakat bukan hanya kewajiban institusional, tetapi merupakan cerminan dari komitmen akademik untuk memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro di daerah pedesaan yang seringkali luput dari perhatian program pemberdayaan ekonomi yang lebih besar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompok usaha makanan di Desa Cikole dapat mengambil langkah maju yang signifikan: dari pengelolaan keuangan berbasis intuisi menuju pengelolaan keuangan berbasis data dan pencatatan yang tertib. Dengan fondasi yang kuat ini, kemandirian ekonomi kelompok usaha bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan sebuah target yang sangat mungkin dicapai.

Prodi Akuntansi FEB Telkom University berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan. Kegiatan PkM di Desa Cikole pada 29 Mei 2026 ini menjadi salah satu bukti konkret dari komitmen tersebut.

Author:

Trending

Kategori

Bagikan Artikel dan Perspektif Terbaik Anda