PERAN AKTIF FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TELKOM  PADA PENGUATAN ENTEPRENEURIAL MINDSET DI DESA WISATA TENJOLAYA KABUPATEN BANDUNG

Desa Wisata Tenjolaya  yang berada di Kabupaten Bandung memiliki potensi wisata yang cukup strategis seperti Curug Cipanji dan bumi perkemahan, kegiatan budaya diantaranya tari jaipongan dan atraksi debus, serta beragam kuliner.  Namun potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal dan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.  Salah satu elemen penting dalam peningkatan nilai ekonomi suatu wilayah adalah adanya pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) para warganya.  Pola pikir kewirausahaan berorientasi pada penciptaan peluang, inovasi, dan nilai, yang memungkinkan individu atau komunitas untuk merespons perubahan pasar secara adaptif dan proaktif.  Dalam ekosistem desa wisata, pola pikir ini diperlukan agar masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima pasif kunjungan wisatawan, tetapi sebagai aktor aktif yang mampu merancang, mengelola, dan memasarkan produk/jasa wisata bernilai tambah.

Penyampaian materi oleh Ketua Tim Dr. Danang Indrajaya, S.Si, M.Si

Upaya peningkatan entrepreneurial mindset dalam ekosistem desa wisata  tersebut dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat.  Tim  terdiri dari Ketua Dr. Danang Indrajaya, S.Si., M.Si dan para anggota Muhammad Azhari, SE, MBA, Dr. Rahayu Sri Purnami, S.Si, MM.

Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan prinsip experiential learning, melibatkan anggota gugus tugas/pengelola Desa Wisata Tenjolaya, masyarakat umum yang berpotensi mengembangkan usaha berbasis pariwisata, pelaku usaha mikro dan kecil yang mendukung fasilitas dan akomodasi wisatawan, dan memiliki produk bernilai ekonomi namun belum terkelola secara optimal. Pemilihan peserta dilakukan secara partisipatif dengan mempertimbangkan motivasi, potensi usaha, dan komitmen untuk mengembangkan ekosistem kewirausahaan desa.  Jumlah peserta yang berpartisipasi pada program ini adalah sebanyak 38 peserta.

Kegiatan pendampingan peserta oleh Muhamad Azhari, SE, MBA

Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2026 dalam dua sesi yang terintegrasi yaitu: (1) pembekalan fondasi kewirausahaan dan identifikasi peluang usaha berbasis potensi lokal; serta (2) simulasi bisnis, pendampingan penyusunan rencana aksi, dan evaluasi pre-test maupun post-test.  Program ini berfokus pada kegiatan: (1). Identifikasi masalah; (2) Identifikasi konsumen dan validasi kebutuhan; (3) Membangun ide solusi; dan (4) Pemetaan persaingan dan kesempatan.  Pendekatan ini sejalan dengan konsep entrepreneurial ecosystem yang dikemukakan oleh Stam (2015), bahwa pertumbuhan wirausaha memerlukan sinergi antara aktor, institusi, dan sumber daya dalam suatu wilayah.  Dengan memperkuat entrepreneurial mindset dalam ekosistem Desa Wisata Tenjolaya, diharapkan masyarakat mampu mengoptimalkan potensi lokal menjadi produk ekonomi yang kompetitif, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan berkontribusi pada peningkatan kategori desa wisata dari tahap rintisan menuju berkembang dan mandiri. Program ini juga dirancang untuk menghasilkan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di desa wisata lain dengan karakteristik serupa, sekaligus memberikan kontribusi ilmiah melalui publikasi hasil pendampingan dan pembelajaran partisipatif.

Salah satu aktivitas para peserta dalam pengisian kuesioner

Author:

Trending

Kategori

Bagikan Artikel dan Perspektif Terbaik Anda