
Sumedang ; Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Telkom melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk “Tata Kelola Laporan Keuangan BUMDes melalui Penyusunan Laporan Keuangan SAK EMKM” di Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan aparat desa dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam melakukan pencatatan serta penyusunan laporan keuangan secara sederhana, tertib, dan sesuai standar.
Tim dosen FEB Universitas Telkom yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. Astrie Krisnawati, Yuhana Astuti, Ph.D., dan Dr. Dini Wahjoe Hapsari, bersama mahasiswa. Mereka memberikan sosialisasi dan pendampingan mengenai pentingnya akuntansi dasar sebagai fondasi tata kelola BUMDes yang profesional.
Desa Rancakalong memiliki delapan wilayah rukun warga (RW) dan 36 wilayah rukun tetangga (RT). Dengan potensi usaha desa yang beragam, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu kebutuhan penting agar unit usaha BUMDes dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai persamaan dasar akuntansi, pengelolaan bukti transaksi, hingga alur pencatatan transaksi ke dalam jurnal harian. Materi disampaikan melalui simulasi yang disesuaikan dengan unit usaha BUMDes Desa Rancakalong, seperti pengelolaan air bersih, terminal desa, penyewaan perlengkapan acara, dan pengelolaan desa wisata.
Selain pencatatan transaksi, tim Abdimas juga memperkenalkan penyusunan laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Laporan yang dibahas meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan posisi keuangan atau neraca, serta laporan arus kas.
Penerapan SAK EMKM diharapkan dapat membantu pengurus BUMDes menyajikan informasi keuangan yang lebih mudah dipahami, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Laporan keuangan yang tertib juga dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan usaha, evaluasi kinerja, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak.
Kepala Desa Rancakalong, H. Wawan Suwandi, S.E., M.M., M.Si., berharap kegiatan ini dapat mendorong pengelola BUMDes dan masyarakat untuk menerapkan pencatatan serta pelaporan keuangan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Dengan tata kelola yang profesional, kepercayaan masyarakat, pemerintah desa, maupun mitra usaha dapat semakin meningkat. BUMDes diharapkan terus berkembang, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga Desa Rancakalong,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Telkom menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan kapasitas ekonomi desa melalui transfer pengetahuan, pendampingan praktis, dan penerapan tata kelola yang baik.