Menata Masa Depan Desa Rancakalong Melalui Wisata Berkelanjutan Berbasis Budaya dan Event

Sumber: Foto Dokumentasi Kegiatan (2026)
By: Rina Kurniawati (Telkom University)

Sumedang – Desa bukan lagi sekadar ruang produksi pertanian atau kawasan penyangga perkotaan. Di berbagai daerah di Indonesia, desa telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor pariwisata. Namun, keberhasilan sebuah desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. Semangat inilah yang melatarbelakangi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University di Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang, pada 19 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan (field trip) untuk mengidentifikasi potensi pengembangan desa wisata berkelanjutan, dengan fokus utama pada pengembangan event sebagai daya tarik wisata. Kegiatan ini merupakan langkah awal dari proses pendampingan jangka panjang yang bertujuan membangun Desa Rancakalong sebagai destinasi wisata yang mampu tumbuh secara ekonomi, tetap menjaga kelestarian budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

FGD dihadiri oleh Ketua Kelompok Keahlian, dosen, dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University. Dari pihak desa, kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Rancakalong dan melibatkan pemerintah desa, BUMDes, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta komunitas seni. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi fondasi penting karena pengembangan desa wisata tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

Dalam diskusi, para peserta bersama-sama memetakan berbagai aset yang dimiliki Desa Rancakalong. Salah satu aset yang paling menonjol adalah Rancakalong Geotheater, sebuah ruang pertunjukan budaya yang berada di atas bukit dengan panorama alam yang memukau. Lokasi ini memiliki potensi besar sebagai venue penyelenggaraan berbagai festival budaya, pertunjukan seni, konser musik akustik, hingga kegiatan edukasi yang mengangkat kekayaan budaya lokal.

Selain itu, Desa Rancakalong dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian seni tradisional Sunda, khususnya Tarawangsa, sebuah kesenian sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan seni tradisional seperti Tarawangsa menjadi aset yang sangat bernilai. Tidak hanya sebagai warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga sebagai daya tarik wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism) yang semakin diminati wisatawan.

Potensi desa tidak berhenti pada aspek budaya. Lanskap alam Rancakalong yang asri, udara yang sejuk, serta kehidupan masyarakat pedesaan yang masih autentik memberikan peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis alam dan komunitas. Di sektor ekonomi kreatif, berbagai produk UMKM dan kuliner khas desa juga menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata. Produk-produk lokal tidak hanya berfungsi sebagai cendera mata, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas dan kearifan lokal kepada para pengunjung. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu aspek yang akan terus didorong dalam proses pendampingan berikutnya.

Salah satu fokus utama yang mengemuka dalam FGD adalah pentingnya pengembangan event sebagai strategi meningkatkan daya saing desa wisata. Saat ini, banyak destinasi wisata tidak lagi hanya mengandalkan objek wisata semata, tetapi menciptakan alasan baru bagi wisatawan untuk datang melalui penyelenggaraan berbagai event yang terencana dan berkelanjutan. Festival budaya, pertunjukan seni tradisional, pameran UMKM, wisata edukasi, hingga kegiatan olahraga berbasis alam dapat menjadi kalender event tahunan yang mampu menarik kunjungan wisatawan secara konsisten. Event yang dikemas dengan baik tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Pengembangan event merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing desa wisata. Event dapat dimulai dari skala lokal dengan melibatkan masyarakat secara aktif, karena penyelenggaraan yang konsisten akan mendorong kunjungan wisatawan, memperkuat UMKM, dan memperkenalkan identitas budaya desa secara berkelanjutan,” ujar Dr. Rina Kurniawati (Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis, Telkom University).

Setelah sesi diskusi selesai, seluruh peserta melaksanakan field trip untuk melihat secara langsung berbagai potensi yang dimiliki Desa Rancakalong. Kegiatan lapangan ini memberikan kesempatan bagi tim akademisi untuk memahami kondisi riil desa sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan yang mungkin tidak terlihat hanya melalui diskusi di dalam ruangan. Observasi lapangan juga menjadi bagian penting dalam penyusunan rekomendasi program pendampingan yang lebih tepat sasaran.

Ke depan, hasil identifikasi awal dari FGD akan menjadi dasar penyusunan roadmap pengembangan Desa Rancakalong sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Roadmap tersebut diharapkan mencakup strategi pengembangan event, peningkatan kualitas atraksi wisata, penguatan branding destinasi, pengembangan pemasaran digital, peningkatan kapasitas UMKM, serta penguatan kelembagaan pengelola wisata desa. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, Pokdarwis, komunitas seni, masyarakat, dan Telkom University, langkah kecil yang dimulai melalui FGD diharapkan menjadi awal perjalanan panjang menuju desa wisata yang tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kemampuannya menjaga warisan budaya dan menciptakan kesejahteraan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Author:

Trending

Kategori

Bagikan Artikel dan Perspektif Terbaik Anda